Tentang Inkafa

mampu bertahan selama ada keyakinan.

55000
Foreign Followers
13
Dosen Sertifikasi
1240
Jumlah Mahasiswa
115
Program Kuliah

“TAFAQQUH, TA'ABBUD, TAKHOULLUQ.”

Alim, Sholeh, kafi

Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin (PPMS) Suci Kec. Manyar Kab. Gresik Propinsi Jawa Timur dirintis oleh KH. Abdullah Faqih pada tahun 1967, dan dilanjutkan oleh putra beliau KH. Masbuhin Faqih. Pemberian nama pondok pesantren oleh KH. Ustman al – Ishaqi dengan nama Mamba’us Sholihin yang berarti sumbernya orang – orang sholeh.

Secara geografis PPMS berada di sebelah utara kantor Pemda Gresik, dan ke arah utara sekitar 2 km dari terminal Bunder Gresik. Berkat do’a restu dan dukungan para kiyai- kiyai (KH. Abdul Hadi Zahid, KH. Usman Al-Ishaqi, KH. Abdul Hamid Pasuruan., KH. Ahmad Marzuqi, dan KH. Adullah Faqih Langitan Tuban) serta para Habaib, maka pondok ini berkembang dengan pesat, hingga saat ini memiliki 3.500 santri dari berbagai propinsi di Indonesia. Kurikulum yang dikembangkan di pondok ini perpaduan dari tiga pondok pesantren, yaitu secara organisasi kemasyarakatan dan ketrampilan penguasaan bahasa arab dan inggris menerapkan kurikulum pondok modern Gontor untuk itu para santri diharuskan berbahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari – hari. Untuk pembelajaran kitab – kitab salaf menerapkan kurikulum pondok pesantren Langitan Tuban dan pelaksanaan ubudiyahnya ala pondok pesantren Raoudlotul Mutaallimin Sawapolo Surabaya.
nternal pengelolah PPMS mulai dari guru-guru senior yang telah mengabdikan diri puluhan tahun lamanya dan juga pengasuh mempunyai pemikiran dan kajian yang cukup mendalam, bahwa untuk memenuhi visi dan misi PPMS dan juga memperhatikan amanah yang dibebankan oleh para wali santri, tidaklah cukup santri yang mondok di PPMS hanya sampai lulus Madrasah Aliyah saja. Walaupun kualitas lulusannnya tidak diragukan lagi, hal ini dapat diketahui melalui data alumni yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan mulai dari tingkat MI, MTs, bahkan banyak yang mengabdi di Madrasah Aliyah. Bagitu juga lulusan yang melanjutkan diberbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, lulusan Madrasah Aliyah Mamba’us Sholihin kualitasnya cukup mendominasi. Di sisi lain latar belakang wali santri dan masyarakat di sekitar pesantren yang banyak dari golongan menengah ke bawah sangat menginginkan anaknya bisa kuliah dengan biaya yang tidak terlalu tinggi dan mutunya bagus dapat memelihara keluhuran budi pekerti, serta dapat memenuhu kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja dan atau tenaga pembangunan daerah asalnya yang memiliki kualifikasi akademik dan pesantren. Ini dapat terlaksana jika perkuliahan berada di lingkungan pesantren. Dari berbagai hal yang mendasari tersebut di atas, maka sangat diperlukan untuk didirikannya Perguruan Tinggi di lingkungan pondok pesantren Mamba’us Sholihin dengan nama “ Institut Keislaman Abdullah Faqih “ (INKAFA) tepat tanggal 10 Muharram 1424 H / 13 Maret 2003

Team Inkafa