REFLEKSI HARLAH KE 9 INKAFA

Refleksi Harlah Ke-9 INKAFA

Oleh : Mohammad Ismail

Assalamualaikum Wr. Wb.

mohammad ismail s.s. m.pd
Para Hadirin Sekalian!
Pada kesempatan kali ini, di malam hari ini, marilah kita selaku keluarga besar Institut keislaman Abdullah Faqih merenungkan kembali, menengok sebentar, dan merefleksikan diri untuk mengenal kembali almamater kita tercinta INKAFA. Dengan refleksi, kita dapat mengenal INKAFA dengan seutuhnya.

Dengan mengenal sutuhnya, kita dapat mencintai dengan sepenuh hati. Dan dengan mencintai kita dapat menempatkan INKAFA di hati.

Karena itu, mari kita setback Sembilan tahun ke belakang di mana pada hari itu INKAFA lahir yakni tanggal 10 Juni 2003. Pertanyaan pertama yang muncul adalah mengapa INKAFA lahir? INKAFA lahir sebagai respon atas dinamika zaman yang semakin berkembang demi mewujudkan visi dan misi dari Pondok pesantren Mambaus sholihin.


Visi dan misi yang dikembangkan pondok pesantren Mamba’us Sholihin (PPMS) adalah mencetak santri yang alim, sholeh dan kafi. Alim berarti mampu membaca dan memahami kitab –kitab salaf, sholeh berarti bisa menempatkan haknya sebagai hamba seiring hak Sang Khaliq, -hak sesama manusia, dan alam semesta, kafi berarti mejadi santri yang cakap, professional, dan multitalenta.

Untuk mencapai Visi dan misi tersebut dirasa belum lengkap tanpa didirikannya sebuah perguruan tinggi berbasis pesantren. Dengan melalui berbagai pertimbangan, perencanaan, usaha dan do’a, diputuskan untuk membuat sebuah perguruan tinggi Islam di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin pada awal tahun 2003. Disepakati bentuk dari perguruan tinggi adalah Institut yang berarti sama bentuk dan kedudukannya dengan IAIN yang selevel dengan Universitas. Hal ini menunjukkan visi dari pengasuh dan pendiri yang bersifat visioner, menantang dan total dalam mengembangkan pendidikan, yang tidak sama dengan perguruan tinggi lain yang ada di Kabupaten Gresik yang kebanyakan berbentuk sekolah tinggi (ST), yang dari kedudukannya masih di bawah Institut. Dari beberapa usulan dan konsep nama perguruan tinggi, dipilihlah sebuah nama untuk perguruan tinggi di ponpes Mambaus Sholihin dengan nama Institut Keislaman Abdullah Faqih yang disingkat dengan INKAFA. Nama Abdullah Faqih dipakai sebagai nama institute sebagai bentuk tabarrukan dan tafa’ulan kepada pendiri pondok pesantren mambaus sholihin yang juga ayah dari pengasuh K.H. Masbuchin Faqih, yaitu al-Marhum wal Maghfur lah K.H. Abdullah Faqih bin Thoyyib, dan juga kebetulan nama guru pengasuh adalah sama dengan ayah beliau yaitu al-Marhum wal Maghfur lah K.H. Abdullah Faqih Langitan. (Untuk menghargai, mengenang, dan tabarrukan kepada beliau berdua, mari kita kirim fatihah kepada beliau…..al Fatihah….). Sedangkan akronim INKAFA yang kalau dibaca sebagai tulisan Arab merupakan sebuah susunan yang terdiri dari kata in dan kata kafa, di mana kata in di sini merupakan bentuk takhfif (untuk meringankan membaca) yang berasal dari kata inna yang berarti sesungguhnya dan kafa merupakan khabar dari in yang berarti cukup. Dengan demikian, kata INKAFA memiliki arti sesungguhnya sudah cukup. Atau, in dalam INKAFA bisa merupakan in syartiyyah dengan jawab yang dibuang karena sudah maklum. Dengan demikian kata INKAFA berarti Inkafa, fa kafa—seandainya sudah cukup maka cukup lah. Dengan nama ini diharapkan santri yang telah lulus dari Inkafa telah memiliki kemampuan dan bekal keilmuan yang cukup untuk bisa diamalkan dan bermanfaat di tengah-tengah masyarakat. Dan ini sekaligus juga menyempurnakan motto pondok yang berupa kafi.

INKAFA didirikan tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan, ibarat ajian abra kadabra, yang mulus segala-galanya, melainkan melalui upaya yang tidak bisa dianggap ringan, menemui berbagai macam masyaqqat dan banyak kesulitan yang dihadapi, dibarengi dengan semangat juang yang tinggi dari para pendiri INKAFA yang bisa dikatakan masih awam dalam dunia pendidikan tinggi,

Diceritakan bagaimana usaha pengasuh K.H. Masbuchin Faqih untuk minta restu kepada guru beliau al-Marhum wal Maghfur lah K.H. Abdullah Faqih Langitan dan K.H. Sukri Zarkasyi dari Gontor untuk mendirikan perguruan tinggi (Marilah kita bacakan fatihah buat beliau K.H. Syukri Zarkasyi yang saat ini sedang dalam keadaan sakit, semoga beliu lekas diberi kesembuhan oleh Allah SWT… alfatihah…), diceritakan pula bagaimana usaha pengasuh untuk bersilaturrahim dan ngangsu kaweruh tentang pendidikan tinggi ke rector IAIN Sunan Ampel waktu itu Prof. Dr. Ridwan Nasir dan ke beberapa professor dan ahli pendidikan lainnya. Demikian juga dengan usaha yang luar biasa dari para guru senior yang berusaha mewujudkan terbentuknya INKAFA, yang nantinya menjadi dosen pertama di INKAFA. Hingga akhirnya pada tanggal 10 Juni 2003 turunlah Surat Keputusan dari Dirjen kelembagaan Islam Depag pada waktu itu, Prof. Dr. Qadri Azizi tentang pendirian INKAFA. Dengan demikian mulai dari tanggal tersebut INKAFA telah diakui sebagai salah satu dari perguruan tinggi islam yang ada di Indonesia. (Untuk mengenang Prof. Dr. Qadri Azizi yang telah wafat marilah kita bacakan alfatihah kepada beliau semoga amal baik yang telah diperbuat untuk Inkafa mendapatkan balasan dari Allah swt dengan balasan yang setimpal…. Al fatihah…)
Inkafa 9
Selama perjalanan Sembilan tahun, Inkafa mengalami pasang surut pergantian pimpinan dan pergantian dosen. Salah satu pendiri dan pimpinan yang pernah memimpin INKAFA adalah Bapak Drs. H. Sulthon Fathoni yang telah meninggalkan kita. Beliau pernah menjabat sebagai pembantu Rektor II bidang Administrasi Dan Keuangan dan sekaligus ex officio sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah.(Marilah kita bacakan al fatihah untuk beliau semoga amalnya diterima oleh Allah SWT…alfatihah..). Dan di antara dosen yang telah dipanggil oleh Allah swt di sela-sela pengabdiannya pada INKAFA adalah Bapak Abdul Basit Fauzan dan Bapak Sufan. (Atas pengabdiannya pada Inkafa, marilah kita bacakan fatihah untuk beliau berdua…alfatihah…), Demikian pula dengan kurikulum yang senantiasa berubah, tempat dan waktu perkuliahan yang selalu berubah. Semua itu dilakukan tak lain hanyalah bagian dari dinamika yang mesti dilakukan untuk membawa INKAFA supaya menjadi baik, menjadi lebih baik, dan menjadi yang terbaik. Adanya Dinamika tersebut diharapkan menjadikan INKAFA sebagai perguruan tinggi yang selalu berbenah diri, di mana pun, dan kapan pun.

Selama perjalanan Sembilan tahun INKAFA, meski masih cukup muda dalam segi usia, sudah mampu berkiprah di dunia pendidikan di Indonesia dengan semakin banyaknya mahasiswa INKAFA yang bisa berkompetisi dan bahkan menjuarai even-even perlombaan baik regional maupun nasional. Demikian pula dengan seringnya para tokoh dan Pakar nasional yang hadir di INKAFA mulai dari Dirjen Kelembagaan Islam Depag Prof. Qodri Azizi, ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Menteri Komunikasi dan Informatika Prof. M. Nuh, DEA, Pengasuh Gontor KH. Syukri Zarkasyi, Prof. Kacung Maridjan, Prof. Husein Baharun, Budayawan Zawawi Imron, Dr. Indra Djati Sidi, dan lain-lain. Kehadiran mereka semakin mengokohkan integritas INKAFA sebagai kampus yang patut diperhitungkan. Yang juga perlu diketahui adalah sudah banyak alumni INKAFA yang berkiprah di seluruh Indonesia. Banyak yang sudah menjadi guru, menjadi dosen, memimpin lembaga pendidikan, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, menjadi PNS, menjadi manager lembaga perekonomian, da’i, wiraswasta, Pelan tapi pasti INKAFA sudah mampu berkiprah dalam dunia perguruan tinggi di Indonesia meski baru mencapai usia Sembilan tahun.

Dari perjalanan berdirinya INKAFA tersebut, melalui moment Harlah ke-9 INKAFA ini, mari kita ingatkan diri kita bahwa INKAFA memiliki visi dan misi yang mulia yang sekaligus menegaskan karakter bahwa Inkafa merupakan perguruan Tinggi Islam yang berbasis pesantren, yang senantiasa memiliki orientasi ukhrawi dan duniawi. Dan juga mari kita ingatkan diri kita bahwa Inkafa merupakan perguruan tinggi agama Islam yang besar, dan juga perguruan tinggi yang tetap mengedepankan kualitas pendidikan dan pembelajaran dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat. Ini perlu kita tegaskan agar kita memiliki kebanggan kepada almamater kita, Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA). Mari kita bangga menjadi bagian dari civitas Akademika INKAFA. Kita adalah bagian dari INKAFA. INKAFA adalah Kebanggaan kita.

Mudah-mudahan dengan barokah dari para aulia, masyayich, kiyai, dan guru-guru terutama dari pengasuh K.H. Masbuchun Faqih, do’a dari masyarakat dan orang tua, usaha dan jerih payah yang tanpa pamrih dari pimpinan, dosen dan staf, serta semangat dan kecintaan mahasiswa pada almamater, INKAFA akan semakin maju, maju, dan maju. Hidup INKAFA….Jayalah Inkafa… Majulah INKAFA... sebagai patriot bangsa...sebagai pengganti generasi tua...Amin Ya robbal Alamin.

{jcomments on}

Terms of Use

Content yang ada di Situs

Resmi INKAFA boleh dilihat,

disalin, dicetak dan didistribusikan

untuk tujuan noncomercial.

Privacy

INKAFA adalah pemilik

tunggal semua informasi

yang terkumpul dalam

Situs Resmi ini.

Site Credit

Situs ini merupakan hasil

Kerjasama tim Website INKAFA

Suci Manyar Gresik

 Contact Information

  • Telp : +62 31 3959297
  • Fax :  +62 31 3959297
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • www.inkafa.ac.id
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.