Harus Ada Perbedaan Antara Sebelum dan Sesudah Mondok

Harus Ada Perbedaan Antara Sebelum dan Sesudah Mondok

Anak-anakku sekalianKH. Masbuhin FAqih

Alhamdulilah, kita masih diberi hidayah oleh Allah s.w.t sehingga kita bisa melaksanakan ibadah puasa pada bulan ramadhan, bulan yang mulia dan penuh fadhilah. Karena banyak dari manusia yang tidak diberi hidayah oleh Allah s.w.t, sehingga waktu yang fadhilah dan umur yang panjang ini tidak dipergunakan dengan baik.

 

Namun, saya yakin anak-anakku sekalian adalah orang-orang pilihan yang diberi hidayah oleh Allah. Karena dalam bulan ramadhan ini penuh dengan ibadah kepada Allah s.w.t, maka kita harus bersyukur atas nikmat ini. Karena apabila kita pandai bersyukur niscaya nikmat kita akan ditambah oleh-Nya.

Anak-anakku sekalian

Sebentar lagi liburan akan datang, diharapkan kamu sekalian bisa memanfaatkan liburan ini dengan sebaik-baiknya. Apalagi besok adalah 10 hari terakhir bulan Ramadhan, merupakan kenikmatan tersendiri jika kamu mengisi liburan ini dengan berlomba-lomba dalam melaksakanakan amalan baik. Lebih-lebih kalian telah digembleng selama dua puluh hari di pesantren ini, mulai ngaji kitab kuning, sekolah formal, pembacaan aurod dan lain sebagainya. Maka sekarang tinggal saripatinya, yakni sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan karena :

أَرْجَى نُزُوْلُ لَيْلَةِ اْلقَدْرِ فِي عَشْرِ اْلأَخِيْرِ وَاَوْتَرُهَا أَرْجَى
Sangat diharapkan turunnya malam lailatul qodar pada 10 hari terakhir, lebih-lebih pada malam ganjil.

Serta karena sepuluh hari terakhir inilah yang sebenarnya ibadahmu harus ditingkatkan dan jangan sampai merosot. Sebab, kamu akan rugi kelak.

Maka, saya berpesan kepada para santri sekalian yang hendak pulang ke rumahnya masing-masing dan meninggalkan pondok pesantren ini, hendaknya jangan sampai melalaikan amalan-amalan yang telah dilakukan di pondok pesantren, terutama salat jamaah. Apalagi pahala orang melakukan kebaikan di malam Lailatul Qodar dikalikan seribu bulan. Sehingga, jika dihitung kurang lebih tujuh puluh tahun yang rata-rata umur kita kadang tidak mencapai angka tersebut.

Sekali lagi, saya berpesan: “walaupun kamu besok pulang, akan tetapi di rumah harus benar-benar bisa mengalahkan nafsu setanmu. Sehingga kamu mendapatkan intisari bulan Ramadhan”. Sebagaimana maqalah bahwa setiap perbuatan itu dinilai pada pungkasannya :

الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا

Anak-anakku sekalian.

Pesan saya yang selanjutnya adalah tentang akhlaq al-karimah. Bagaimana kamu sekalian telah dididik berakhlak di pesantren ini, terutama berakhlak kepada Allah s.w.t, seperti ketika salat harus memakai pakaian berwarna putih. Semua ini adalah agar kamu sekalian bisa berlaku sopan dan santun terhadap Allah s.w.t. Sehingga tercipta pula tatakrama kepada manusia, khususnya kepada kedua orang tuamu, ingat!

رِضَا اللهُ فِي رِضَا اْلوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِي سُخْطِ اْلوَالِدَيْنِ
Keridhaan Allah itu terletak pada keridlaan orang tua begitu juga murka-Nya terletak pada murka orang tua pula

Jangan sampai engkau menyakiti hati keduanya, dan usahakan mereka senang dan bangga mempunyai anak yang shalih dan shalihah seperti kalian. Salah satunya dengan tetap menjaga jiwa kesantrianmu dan diamalkan di rumah kelak.

Hal yang juga penting adalah menghormati asatidz di desa. Ketahuilah, mereka adalah guru pertama kali yang mendidik dan menjadikan kamu sebagai orang yang alim. Walaupun mereka hanya mengajar 'turutan' (TPQ) saja, tapi tetap harus dihormati dan disambung tali silaturrahim dengannya, lebih-lebih pada hari raya besok. Maka kunjungilah mereka, mintai do'a dan cium tangannya.

Sesungguhnya tidak ada bekas guru atau mantan guru, guru tetaplah guru, sekalipun mereka hanya bisa membaca kitab Sullam Safinah, sedangkan kamu sudah menguasai kitab Fath al-Mu'in. Tapi saya yakin, mereka masih mendoakan kamu sekalian.

Dan yang terakhir kepada para santri khusunya khirrij (alumnus) pesantren Mamba'us Sholihin untuk senantiasa Tazkiyatun nafs, membersihkan kotoran hati, karena hati adalah tempat melihat keagungan Allah Mahal Nadr Allah. Sehingga jika hati kita bersih dan suci dari kotoran  َنقَّى مِنَ الَّرذَائِلِ insya Allah, cahaya ilahiyyah akan masuk ke lubuk hati kita yang paling dalam, sebagaimana dalil yang menyebutkan :

إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَارِكُمْ وَلَا أَجْسَامِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ

Sehingga bagaimanapun alimnya seseorang, tapi jika hatinya kotor maka amalannya tidak ada harganya. Salah satu cara untuk membersihkan hati kita adalah dengan melanggengkan dan istiqamah membaca aurod, baik itu wird al-Atthash, wird al-Haddad, Burdah, Manaqib, Dalail al-Khairat dan lain sebagainya, utamanya aurod yang dibaca di pesantren yang telah saya ijazahkan. Karena aurod yang saya baca sekarang ini muttashil ila mu'allifihi, sambung kepada pengarangnya hingga rasulullah s.a.w, dan saya yakin manfaatnya sangat banyak sekali bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat kelak.{jcomments on}

Terms of Use

Content yang ada di Situs

Resmi INKAFA boleh dilihat,

disalin, dicetak dan didistribusikan

untuk tujuan noncomercial.

Privacy

INKAFA adalah pemilik

tunggal semua informasi

yang terkumpul dalam

Situs Resmi ini.

Site Credit

Situs ini merupakan hasil

Kerjasama tim Website INKAFA

Suci Manyar Gresik

 Contact Information

  • Telp : +62 31 3959297
  • Fax :  +62 31 3959297
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • www.inkafa.ac.id
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.