SELAMAT DATANG

 Logo Inkfa

Sejarah Singkat Berdirinya INKAFA

 Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin (PPMS) Suci Kec. Manyar Kab. Gresik Propinsi Jawa Timur dirintis oleh KH. Abdullah Faqih pada tahun 1967, dan dilanjutkan oleh putra beliau KH. Masbuhin Faqih.  Pemberian nama pondok pesantren oleh KH. Ustman al – Ishaqi dengan nama Mamba’us Sholihin yang berarti sumbernya orang – orang sholeh.

  Secara geografis PPMS berada di sebelah utara kantor Pemda Gresik, dan  ke arah utara sekitar  2 km  dari terminal Bunder Gresik. Berkat do’a restu dan dukungan para kiyai- kiyai (KH. Abdul Hadi Zahid, KH. Usman Al-Ishaqi, KH. Abdul Hamid Pasuruan., KH. Ahmad Marzuqi, dan KH. Adullah Faqih Langitan Tuban) serta para Habaib, maka pondok ini berkembang dengan  pesat, hingga saat ini memiliki 3.500 santri dari berbagai propinsi di Indonesia.  Kurikulum yang dikembangkan di pondok ini perpaduan dari tiga pondok pesantren, yaitu secara organisasi kemasyarakatan dan ketrampilan penguasaan bahasa arab dan inggris menerapkan kurikulum pondok modern Gontor untuk itu para santri diharuskan  berbahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari – hari.  Untuk pembelajaran kitab – kitab salaf menerapkan kurikulum pondok pesantren Langitan Tuban dan pelaksanaan ubudiyahnya ala pondok pesantren Raoudlotul Mutaallimin Sawapolo Surabaya.

 Internal pengelolah PPMS mulai dari guru-guru senior yang telah mengabdikan diri puluhan tahun lamanya dan juga pengasuh mempunyai pemikiran dan kajian yang cukup mendalam, bahwa untuk memenuhi visi dan misi PPMS dan juga memperhatikan amanah yang dibebankan oleh para wali santri, tidaklah cukup santri yang mondok di PPMS hanya sampai lulus Madrasah Aliyah saja. Walaupun kualitas lulusannnya tidak diragukan lagi, hal ini dapat diketahui melalui data alumni yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan mulai dari tingkat MI, MTs, bahkan banyak yang mengabdi di Madrasah Aliyah.  Bagitu juga lulusan yang melanjutkan diberbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, lulusan Madrasah Aliyah Mamba’us Sholihin kualitasnya cukup mendominasi.

 

Ketidakpuasan pengasuh dan para pembantu-pembantunya semakin tinggi, jika melihat perkembangan zaman pada era globalisasi ini  yang luar biasa cepatnya.  Pada era globalisasi ini, kualitas sumber daya manusia sangatlah menentukan keberhasilan seseorang, masyarakat, bangsa dan negara.  Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang membantu negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan sekaligus mendapat amanat dari para wali santri mempunyai peranan yang sangat besar untuk menyiapkan santri yang mampu bersaing di era globalisasi ini.

 

Ketidak puasan ini bukan hanya berasal dari internal pengelolah pesantren, akan tetapi juga berasal para wali santri dan para santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan Malaysia. Mereka juga beranggapan tidaklah cukup para santri di Pondok Pesantren ini hanya mengenyam pendidikan formal sampai Madrasah Aliyah saja,   Bahkan para wali santri banyak yang mengusulkan kepada KH Masbukhin Faqih untuk mendirikan perguruan tinggi di Pondok Pesantren ini. Alasannya adalah agar ilmu yang didapat dari Madrasah Aliyah di Mamba’us Sholihin yang kurikulumnya perpaduan antara kurikulum dari Depag dan kurikulum pesantren dapat berkelanjutan sampai di Perguruan Tinggi.  Hal ini disebabkan, kalau santri dari Madrasah Aliyah di Mamba’us Sholihin melanjutkan di luar pesantren, kurikulumnya  banyak yang mengulang kurikulum Madrasah Aliyah, dan bahkan ilmu dan kepribadiannya semakin turun.  Di sisi lain latar belakang wali santri dan masyarakat di sekitar pesantren yang banyak dari golongan menengah ke bawah sangat menginginkan anaknya bisa kuliah dengan biaya yang tidak terlalu tinggi dan mutunya bagus dapat memelihara keluhuran budi pekerti, serta dapat memenuhu kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja dan atau tenaga pembangunan daerah asalnya yang memiliki kualifikasi akademik dan pesantren.  Ini dapat terlaksana jika perkuliahan berada di lingkungan pesantren.  Dari berbagai hal yang mendasari tersebut di atas, maka sangat diperlukan  untuk didirikannya Perguruan Tinggi di lingkungan pondok pesantren Mamba’us Sholihin dengan nama “ Institut Keislaman Abdullah Faqih “ (INKAFA)  tepat tanggal 10 Muharram 1424 H / 13 Maret 2003

 

KH.Abdus Salam, Ar. MM

SAMBUTAN REKTOR INSTITUT KEISLAMAN ABDULLAH FAQIH (INKAFA)

Puji Syukur kami haturkan kepada Allah SWT. Shalawat dan Salam semoga selalu terlimpahcurahkan kepada Rasul Allah Muhammad SAW. ami ingin menyampaikan Selamat dan Apresiasi atas terbitnya Website resmi Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Gresik, Semoga dengan terbitnya Website ini informasi tentang INKAFA Gresik serta aktifitas didalamnya dapat diketahui oleh masyarakat luas dan terlebih lagi terjadi komunikasi interaktif antara stake holder, Alumni, para mahasiswa dan INKAFAGresik.

 

 

INKAFA merupakan Perguruan Tinggi Islam Swasta berbasis pesantren terbesar di Gresik, merupakan unit pendidikan di Yayasan Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik, Lahir  dengan 4 fakultas dan 6 program studi pada tanggal 10 Juni 2003.

 

 

Terms of Use

Content yang ada di Situs

Resmi INKAFA boleh dilihat,

disalin, dicetak dan didistribusikan

untuk tujuan noncomercial.

Privacy

INKAFA adalah pemilik

tunggal semua informasi

yang terkumpul dalam

Situs Resmi ini.

Site Credit

Situs ini merupakan hasil

Kerjasama tim Website INKAFA

Suci Manyar Gresik

 Contact Information

  • Telp : +62 31 3959297
  • Fax :  +62 31 3959297
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • www.inkafa.ac.id
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.